web stats

Selasa, 23 April 2013

Klasifikasi bintang (Harvard)

By Eko Hadi G - Fri Sep 23, 2:13 am
Kemerlip cahaya bintang dilangit sangat berwarna-warni. Ada yang berwarna biru terang, kuning kekuningan dan ada pula yang berwarna orange. Apa kah ada kaitannya semua warna ini dengan “pribadi” dari si bintang-bintang yang ada di langit ini? Perbedaan warna ini ternyata digunakan oleh para astronom untuk mengetahui temperatur permukaan, garis hidrogen pada spektrum bintang dan luminositas(jumlah energi yang dipancarkan sebuah bintang ke segala arah per satuan waktu) dari si bintang itu sendiri. Oleh karenanya dari macam-macam warna bintang yang dapat dilihat itu dibuatlah sebuah klasifikasi bintang.
Pada tahun 1814, Joseph von fraunhofer seorang fisikawan asal jerman mencatat dan memetakan sejumlah garis-garis gelap dalam sebuah spektrum Matahari jika cahayanya dilewatkan pada suatu prisma. Dari hasil pemetaan yang dihasilkan, Garis-garis gelap ini  kemudian disebut sebagai garis-garis Fraunhofer. Disisi lain Kirchhoff dan Bunsen kemudian manemukan bahwa seperangkat garis-garis tersebut berhubungan dengan suatu elemen kimia yang berada di lapisan atas matahari. Fraunhofer juga menemukan bahwa bintang-bintang lain juga memiliki spektrum seperti Matahari, tetapi dengan pola garis-garis gelap yang berbeda.
53 tahun setelah penemuan garis fraunhofer, seorang astronom Yesuit yaitu Angelo Secchi, melakukan penyelidikan terhadap sekitar 4000 spektrum bintang dari hasil pengamatan yang dilakukannya dengan menggunakan prisma obyektif. Hanya dengan menggunakan mata, Secchi menggolongkan bintang-bintang tersebut ke dalam tiga kelas. Bintang dengan garis-garis serapan sangat kuat dari atom hidrogen digolongkan sebagai tipe I berwarna putih, bintang dengan garis-garis serapan sangat kuat dari ion logam digolongkan sebagai tipe II berwarna kuning, dan bintang dengan pita-pita serapan lebar digolongkan sebagai tipe III berwarna merah. Setahun kemudian Secchi memasukkan beberapa bintang yang memiliki garis-garis serapan dengan pola yang aneh, jarang ada, mirip tetapi tidak terlalu sama dengan pola tipe III, dan menggolongkannya sebagai tipe IV.
Dari hasil klasifikasi bintang yang dilakukan oleh Secchi, Edward Charles Pickering ditahun 1886 memulai penyelidikan spektrum bintang secara fotografi bertempat diobservatorium Harvard. Dengan menggunakan prisma obyektif para astronom di Harvard meng-klasifikasikan bintang berdasarkan kuat garis-garis serapan pada deret Balmer dari hidrogen netral (H I), memperluas penggolongan dan menamakan kembali penggolongan dengan huruf A, B, C dan seterusnya hingga P, dimana bintang kelas A memiliki garis serapan atom hidrogen paling kuat, B terkuat berikutnya dan seterusnya.
Asisten-asisten Pickering(Williamina Fleming, Annie Jump Cannon, Antonia Maury, dan Henrietta Swan Leavitt), memulai sebuah proyek skala besar pengklasifikasian spektrum bintang. Antara ditahun 1911 dan 1949, 400.000 bintang telah didaftarkan ke dalam katalog Henry Draper (dinamai menurut sang penyandang dana dan perintis penelitian spektroskopi fotografi Amerika, Henry Draper). Para ‘gadis’ Harvard ini, khususnya Cannon dan Maury, kemudian menyadari adanya sebuah keteraturan dalam semua garis-garis spektral (tidak hanya hidrogen) jika penggolongan bintang-bintang tersebut diurutkan menjadi O, B, A, F, G, K, M. Kelas lainnya dihilangkan karena ditemukan bahwa beberapa di antaranya sebenarnya merupakan kelas yang sama. Untuk mengingat urutan penggolongan ini biasanya digunakan kalimat “Oh Be A Fine Girl Kiss Me”. Dengan kualitas spektrogram yang lebih baik memungkinkan penggolongan ke dalam 10 sub-kelas yang diindikasikan oleh sebuah angka arab (0 hingga 9) yang mengikuti huruf.
Pada mulanya urutan pola spektrum ini diduga karena perbedaan susunan kimia atmosfer bintang. Namun kemudian disadari bahwa urutan tersebut sebenarnya merupakan urutan temperatur permukaan bintang, setelah pada tahun 1925, Cecilia Payne-Gaposchkin berhasil membuktikan hubungan tersebut.
Berikut ini adalah daftar klasifikasi bintang yang dikenal dengan klasifikasi Hardvard atau klasifikasi bintang berdasarkan spektrum. Kelas bintang ini dimulai dari yang paling panas hingga yang paling dingin (dengan massa, radius dan luminositas dalam satuan Matahari)
Tabel Klasifikasi Bintang berdasarkan spektrum
Kelas O
Bintang kelas O adalah bintang yang paling panas, temperatur permukaannya lebih dari 25.000 Kelvin. Bintang deret utama kelas O merupakan bintang yang nampak paling biru, walaupun sebenarnya kebanyakan energinya dipancarkan pada panjang gelombang ungu dan ultraungu. Dalam pola spektrumnya garis-garis serapan terkuat berasal dari atom Helium yang terionisasi 1 kali (He II) dan karbon yang terionisasi dua kali (C III). Garis-garis serapan dari ion lain juga terlihat, di antaranya yang berasal dari ion-ion oksigen, nitrogen, dan silikon. Garis-garis Balmer Hidrogen (hidrogen netral) tidak tampak karena hampir seluruh atom hidrogen berada dalam keadaan terionisasi. Bintang deret utama kelas O sebenarnya adalah bintang paling jarang di antara bintang deret utama lainnya (perbandingannya kira-kira 1 bintang kelas O di antara 32.000 bintang deret utama). Namun karena paling terang, maka tidak terlalu sulit untuk menemukannya. Bintang kelas O bersinar dengan energi 1 juta kali energi yang dihasilkan Matahari. Karena begitu masif, bintang kelas O membakar bahan bakar hidrogennya dengan sangat cepat, sehingga merupakan jenis bintang yang pertama kali meninggalkan deret utama. Contoh : Zeta Puppis
Spektrum dari bintang kelas O5V
Kelas B
Bintang kelas B adalah bintang yang cukup panas dengan temperatur permukaan antara 11.000 hingga 25.000 Kelvin dan berwarna putih-biru. Dalam pola spektrumnya garis-garis serapan terkuat berasal dari atom Helium yang netral. Garis-garis Balmer untuk Hidrogen (hidrogen netral) nampak lebih kuat dibandingkan bintang kelas O. Bintang kelas O dan B memiliki umur yang sangat pendek, sehingga tidak sempat bergerak jauh dari daerah dimana mereka dibentuk, dan karena itu cenderung berkumpul bersama dalam sebuah asosiasi OB. Dari seluruh populasi bintang deret utama terdapat sekitar 0,13 % bintang kelas B. Contoh : Rigel, Spica
Spektrum dari bintang kelas B2II
Kelas A
Bintang kelas A memiliki temperatur permukaan antara 7.500 hingga 11.000 Kelvin dan berwarna putih. Karena tidak terlalu panas maka atom-atom hidrogen di dalam atmosfernya berada dalam keadaan netral sehingga garis-garis Balmer akan terlihat paling kuat pada kelas ini. Beberapa garis serapan logam terionisasi, seperti magnesium, silikon, besi dan kalsium yang terionisasi satu kali (Mg II, Si II, Fe II dan Ca II) juga tampak dalam pola spektrumnya. Bintang kelas A kira-kira hanya 0.63% dari seluruh populasi bintang deret utama. Contoh : Vega, Sirius
Kelas F
Bintang kelas F memiliki temperatur permukaan 6000 hingga 7500 Kelvin, berwarna putih-kuning. Spektrumnya memiliki pola garis-garis Balmer yang lebih lemah daripada bintang kelas A. Beberapa garis serapan logam terionisasi, seperti Fe II dan Ca II dan logam netral seperti besi netral (Fe I) mulai tampak. Bintang kelas F kira-kira 3,1% dari seluruh populasi bintang deret utama. Contoh : Canopus, Procyon
Spektrum dari bintang kelas F2III
Kelas G
Bintang kelas G barangkali adalah yang paling banyak dipelajari karena Matahari adalah bintang kelas ini. Bintang kelas G memiliki temperatur permukaan antara 5000 hingga 6000 Kelvin dan berwarna kuning. Garis-garis Balmer pada bintang kelas ini lebih lemah daripada bintang kelas F, tetapi garis-garis ion logam dan logam netral semakin menguat. Profil spektrum paling terkenal dari kelas ini adalah profil garis-garis Fraunhofer. Bintang kelas G adalah sekitar 8% dari seluruh populasi bintang deret utama. Contoh : Matahari, Capella, Alpha Centauri A
Spektrum dari bintang kelas G5III
Kelas K
Bintang kelas K berwarna jingga memiliki temperatur sedikit lebih dingin daripada bintang sekelas Matahari, yaitu antara 3500 hingga 5000 Kelvin. Alpha Centauri B adalah bintang deret utama kelas ini. Beberapa bintang kelas K adalah raksasa dan maharaksasa, seperti misalnya Arcturus. Bintang kelas K memiliki garis-garis Balmer yang sangat lemah. Garis-garis logam netral tampak lebih kuat daripada bintang kelas G. Garis-garis molekul Titanium Oksida (TiO) mulai tampak. Bintang kelas K adalah sekitar 13% dari seluruh populasi bintang deret utama. Contoh : Alpha Centauri B, Arcturus, Aldebaran
http://www.kafeastronomi.com/wp-content/uploads/2011/09/Spektrum-dari-bintang-kelas-K4III-300x41.png
Spektrum dari bintang kelas K4III
Kelas M
Bintang kelas M adalah bintang dengan populasi paling banyak. Bintang ini berwarna merah dengan temperatur permukaan lebih rendah daripada 3500 Kelvin. Semua katai merah adalah bintang kelas ini. Proxima Centauri adalah salah satu contoh bintang deret utama kelas M. Kebanyakan bintang yang berada dalam fase raksasa dan maharaksasa, seperti Antares dan Betelgeuse merupakan kelas ini. Garis-garis serapan di dalam spektrum bintang kelas M terutama berasal dari logam netral. Garis-garis Balmer hampir tidak tampak. Garis-garis molekul Titanium Oksida (TiO) sangat jelas terlihat. Bintang kelas M adalah sekitar 78% dari seluruh populasi bintang deret utama. Contoh : Proxima Centauri, Antares, Betelgeuse
http://www.kafeastronomi.com/wp-content/uploads/2011/09/Spektrum-dari-bintang-kelas-M0III-300x41.png
Spektrum dari bintang kelas M0III
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Klasifikasi_bintang
http://www.kafeastronomi.com/klasifikasi-bintang-harvard.html

BULAN SINODIS DAN SIDERIS

 
Bulan mengelilingi bumi dalam satu periode putaran (360 °) memerlukan waktu 27,3 hari bumi tepatnya 27,321661 hari atau 27 hari 7 jam 43 menit 11.51 detik. Jika pada suatu waktu bulan berada pada titik yang searah dengan bintang tetap tertentu di langit, maka setelah  27 hari 7 jam 43 menit 11.51 detik ia akan kembali berada di tempat semula. Jangka waktu ini disebut waktu peredaran sideris bulan.
Ketika bulan beredar menempuh lingkaran orbitnya, bumi dan bulan juga bersama-sama mengelilingi matahari. Akibatnya setelah 27, 3 hari itu meskipun  bulan sudah sempurna mengelilingi bumi (360°), namun pada waktu itu belum masuk pada bulan baru. Bulan baru itu terjadi bila bulan terletak kembali searah dengan matahari (konjungsi) atau dengan istilah lain: bumi bulan dan matahari terletak pada suatu garis  lurus.
Perhitungan kalender bulan seperti kalender Hijriyah tidaklah terlalu sederhana, perhitungannya tidaklah didasarkan pada peredarannya itu sendiri, tetapi kepada perubahan bentuknya. Sementara perubahan bentuk bulan sendiri ditentukan oleh posisi matahari.
Lihat ilustrasi berikut :
Gambar 2. Ilustrasi Peredaran Sideris dan Sinodis Bulan. Setelah 27, 32 hari bulan sempurna mengelilingi bumi 360°, bulan baru (new moon) belum bisa terjadi. Masih perlu diperlukan 2.21 hari lagi (27° derajat) pergeseran bulan agar terjadi konjungsi yang menandai akan masuknya bulan baru. Lihat gambar di atas: Posisi B1 dan B3 adalah periode sinodis bulan, sedangkan B1 ke B2 adalah periode sideris

Untuk menyelesaikan satu putaran penuh, misalnya dari satu purnama ke purnama berikutnya waktu 27,321661 hari belumlah cukup. Bulan masih harus menempuh 27° lagi, karena perubahan bentuk bulan terjadi akibat pantulan sinar matahari berdasarkan penglihatan dari bumi. Dengan kata lain untuk mencapai satu keliling penuh menurut perubahan bentuknya bulan harus menempuh jarak 387°, jarak itu ditempuh bulan dalam waktu 29, 530579 hari atau 29 hari 12 jam 44 menit 2.03 detik. Selanjutnya untuk lebih jelas anda dapat melihat animasi peredaran sideris dan sinodis bulan berikut:
Karena panjang hari sesuai dengan pusingan bumi pada porosnya dalam satu putaran penuh adalah 24, maka untuk mencapai waktu rata-rata 29, 530579 hari, ditetapkan panjang bulan pada bulan-bulan Hijriyah adalah silih berganti antara 29 dan 30 hari. Dengan panjang rata-rata 29.5 hari itu ternyata masih ada selisih 0.030579 hari (0 jam 44 menit 2.03 detik), maka untuk menutupi kekurangan itu diadakan penambahan satu hari pada bulan terakhir yaitu Dzulhijjah setiap 11 tahun sekali dalam putaran tiap 30 tahun. Dengan penambahan ini berarti rata-rata bulan panjangnya menjadi 29,5305 hari. Suatu angka yang cukup tepat meskipun masih terdapat kekurangan sekitar delapan detik tidaklah berpengaruh, oleh karena itu dapat di abaikan.
http://aliboron.wordpress.com/2011/02/06/tentang-bulan-sideris-dan-sinodis/

Senin, 14 Januari 2013

10 Tips Berwisata Murah di Eropa


10 Tips / Kiat-Kiat Berwisata Murah di Eropa
Sahabatku memerlukan Visa Schengen untuk dapat masuk Eropa, visa ini dapat didapatkan melalui Kedutaan Besar salah satu negara ini: Austria, Belgia, Denmark, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Islandia, Italia, Luxembourg, Belanda, Norwegia, Portugal, Spanyol, Swedia, Ceko, Estonia, Hongaria, Latvia, Luthuania, Malta, Polandia, Slovakia, Slovenia, Cyprus, Romania, Bulgaria, dan Swiss. Ingat, Inggris tidak termasuk Schengen, jadi harus apply terpisah di Kedutaan Inggris. Jadi dengan satu visa, kita bisa bebas masuk ke negara-negara di Eropa. Gimana enggak ngiler? Ayo berangkat!
Berikut ini 10 kiat terbaik agar perjalanan teman irit khusus untuk pengunjung blog www.artikelceritagratis.com

1. Melakukan Penelitian yang benar sebelum pergi
Rencanakan dengan benar perjalanan wisata sahabat. Belilah buku panduan yang bagus seperti “Lonely Planet Europe on a Shoestring”, atau tanyakan saja di milis/forum/kenalan yang pernah ke sana. Tuliskanlah jadwal perjalanan wisata secara terperinci supaya sahabat bisa membooking transportasi dan penginapan jauh-jauh hari sebelumnya sehingga mendapatkan harga lebih murah. Tidak usah terlalu laper mata mengunjungi banyak kota atau negara dalam waktu singkat karena akan semakin mahal biayanya. Menginap di pinggiran kota atau di pedesaan akan lebih irit. Jalan-jalan di Eropa Timur lebih murah daripada Eropa Barat. Budget per hari sekitar €40 di Eropa Barat, kecuali di Swiss yang supermahal. Eropa Timur lebih murah, budget sekitar €30/hari, kecuali Rusia dan Ukraina. Budget ini cukup untuk akomodasi, makan dan naik transportasi lokal. Beli langsung mata uang Euro dari Indonesia.

2. Harus Datang pada musim yang tepat
Sediakan waktu minimal 2 minggu. Kalau kurang dari itu sama saja tidak bakalan puas . Ndak worth it dengan tarif pesawatnya. Jangan berwisata ke Eropa pada saat peak season, bulan Juni-Agustus saat itu musim panas sehingga banyak orang lokal berlibur. Jangan juga pergi pada minggu-minggu mendekati Natal dan Tahun Baru. Selain kumpulan orang ada di mana-mana, antrean panjang, harga melambung naik, susah pula mendapatkan penginapan dan transportasi. Penduduk Eropa, utamanya Perancis dan Italia, menghargai sangat kualitas hidup. Mereka akan dengan cueknya menutup toko atau hostel mereka untuk menikmati liburan dengan keluarganya sendiri.

3. Berburu tiket pesawat Paling murah
Biaya terbesar ke Eropa ada pada tarif pesawat dari Indonesia. Pastikan sahabat berburu tiket jauh-jauh hari sebelumnya. Jika Anda punya Frequent Flyer, pergunakan point reward-nya dengan mendapatkan tiket gratis sedekat mungkin dengan kota tujuan. Jika bisa usahakan mengambil tiket yang open jaw, artinya pergi dan pulang dari negara berbeda. misalnya pergi ke Frankfurt pulang dari Roma. Dengan cara ini bila sudah sampai Roma, tidak perlu lagi buang waktu dan uang untuk kembali ke Frankfurt. Penerbangan antar kota/negara di Eropa juga boleh dicoba. Sekarang dengan maraknya low cost airlines, seperti Ryan Air atau Easy Jet, akan jauh mengirit waktu dan biaya dibandingkan dengan naik kereta.

4. Menumpang ditempat saudara, kenalan atau menginap di hostel
Nebeng menginap paling irit sih di rumah saudara atau teman di sana. Kalau lebih pede, bisa juga menginapgratis di rumah orang yang tidak kita kenal lewat couchsurfing.com. Tapi kalau mau dapat banyak teman sesama traveler dan malas berhutang budi, menginaplah di hostel. Paling murah biayanya kalau tidurnya di dorm, ramai-ramai satu kamar di tempat tidur susun dengan kamar mandi barengan. Jangan khawatir, aman-aman saja kok. Perhitungan harganya per tempat tidur per malam. Pesan hostel bisa online dari hostels.com atau hihostels.com.

5. Numpang Tidur di kereta api malam
Untuk perjalanan antar negara-negara di Eropa, paling efektif dan efisien adalah naik kereta api. Untuk mengirit biaya penginapan, naiklah kereta malam hari untuk sampai keesokan harinya sehingga tidak usahmengeluarkan biaya hotel lagi. Gerbong kereta Eropa terbagi 3 jenis dengan urutan termahal sampai termurah, yaitu Sleeper yang terdiri dari 4 tempat tidur dalam 1 kompartemen, Couchettes yang terdiri dari 6 tempat tidur, dan Compartment yang terdiri dari 6 orang (3-3) di dalam 1 kompartemen. Jika sahabat merencanakan pergi ke banyak negara di Eropa Barat, sebaiknya beli Eurail Pass yang berupa tiket kereta api terusan ke semua negara Uni Eropa. Tiket terusan ini tidak berlaku bagi kewarganegaraan Eropa jadi tidak dijual di sana. Di Indonesia bisa beli di travel agent atau beli online di eurail.com. Namun bila hanya pergi ke 3 negara saja atau hanya ke Eropa Timur saja, lebih baik beli tiket aja, langsung di stasiun. 

6. Pilihlah Makan makanan kaki lima
Mau makan di restoran jelas sangat mahal, mana wajib bayar service charge dan tip lagi. Makanya makan di kaki lima saja. Untuk ukuran kantong orang Indonesia yang ingin mengirit, jajanan pinggir jalan di Eropa cukup mengenyangkan kok. Pilihannya yaitu sosis, burger, kebab, crepes, danlainlain, dengan porsi ekstra large. Kalau mau makan beneran, manfaatkan saja hostel yang menyediakan paket sarapan atau makan malam dengan harga murah. Harga makanan dan minuman di hostel dijamin lebih murah daripada di luar. Mau lebih hemat lagi? Jika hostel memiliki dapur, belilah bahan makanan mentah di supermarket lalu masak di hostel, seperti sandwich, telur.froozen food.Nasi termasuk mahal di Eropa, di hostel pun tidak disediakan rice cooker. Jadi harus say goodbye makan nasi. Makan juga ada triknya. Makan besar dua kali sehari, contohnya jam 11 siang dan jam 6 sore, atau jam 2 siang dan jam 9 malam. Di antaranya, belilah camilan atau roti dan biskuit di supermarket. Kalau tidak kepingin rugi, bawalah makanan kering dari Indonesia seperti mi instan, abon, sambal, juga kopi instan.

7. Jangan Lupa Membawa botol minum
Sebotol air mineral di Eropa harganya bisa mencapai 2 Euro (sekitar Rp 27 ribu). Jadi mendingan bawa botol minum dan refill aja airnya di kran, bisa di water fountain atau di toilet umum. Tidak usah khawatir terkena diare, air di sana bisa langsung diminum kok. Lagipula air putih itu sehat kan? buat kantong juga sehat hehehehe....

8. Minimalisir biaya tiket masuk
Biaya masuk monumen, museum, tempat atraksi, harga tiketnya mahal. Maka pergilah ke tempat yang benar-benar sahabat ingin pergi. Bila sekedar ingin membuat foto-foto untuk nyirik-nyirikin teman, mendingan nggak usah naik ke Menara Eiffel – cukup berdiri di depannya tanpa bayar tiket. Banyak aktivitas yang gratis di Eropa, misalnya berjalan kaki menyusuri pedestrian dan kanal, nonton pemusik jalanan, nongkrong diplaza atau nongkrong di taman umum. Dapatkan informasi dari hostel atau sesama wisatawan tentang museum mana yang gratis atau bahkan club dugem gratis yang disponsori diskotik. Jika sahabat punya kemauan kuat untuk memasuki semua tempat tujuan wisata dan tinggal lebih dari 4 hari di suatu kota, belilah tiket terusan. Contohnya Paris Pass atau London Sightseeing Pass yang mencakupi ratusan museum, galeri, atraksi, gratis buku panduan, bahkan termasuk transportasi publik seperti metro dan bus.

9. Bagasi Pesawat Jangan Berat-Berat
Agar murah dan mudah, bagasi pesawat jangan melebihi dari 15 kg dan tas tangan tidak boleh lebih dari 7 kg.
Paling praktis sih dengan membawa ransel, itupun maksimal 10 kg agar tidak keberatan. Jangan membawa pakaian kebanyakan dan alas kaki, harus sesuai dengan musim agar tidak perlu membeli lagi. Rajinlah melaundry baju. Bawa detergen dari Indonesia dan cuci baju dengan tangan 1-2 potong sekalian mandi karena biasanya hostel melarang nyuci baju kalau tidak menggunakan mesin cuci koin. Untuk lebih gampangnya lagi bawalah disposable panties. Masih merasa keberatan membawa ransel? Jika mempunyai rencana untuk day trip ke suatu tempat, titiplah barang bawaan di locker yang disediakan di stasiun kereta api. Bawa hanya yang penting saja, seperti dompet,paspor, kamera, ponsel, dokumen lainnya di dalam tas kecil.

10. Usia ketika melakukan perjalanan ke eropa semakin muda semakin murah
Pengaruh Usia dengan murahnya biaya perjalanan di Eropa,Jika sahabat berusia kurang dari 25 tahun maka sahabat akan mendapat diskon 35% untuk Eurail Pass. Bila sahabat masih bersekolah, manfaatkanlah kartu pelajar/mahasiswa. Dengan kartu itu bisa dapat diskon sampai 50% di museum dan atraksi lainnya. Pelajar tidak terbatas untuk SMA saja, tapi juga untuk mahasiswa S1, S2 dan S3. Jadi meskipun sudah tua, kemungkinan murah masih ada, asal berstatus pelajar. Sayangnya tidak semua tempat menerima kartu pelajar Indonesia, maka buatlah kartu ISIC (International Student Identity Card) di STA Travel Jakarta (telp 021-2300336) atau di isic.org.

Kamis, 01 November 2012

Realita Remaja Jaman Reformasi II

Lelah
Gue lelah dengan sistem hidup ini
Bukan sistem tuhan yang begitu harmoni
Lahir-hidup-mati
Tapi sistem ciptaan manusia yang serupa teori Ptolemeus yang diadaptasi
'geosentris'

Benci,
Aku benci dengan gadis gadis ini
Meraih harga diri paling tinggi
Dengan menghitung banyaknya pacar dan teman lelaki
Aku lelah
Aku benci
Dengan hidupku saat ini
Aku Lelah
Aku benci
Dengan sistem Remaja Reformasi II yang saat ini kuhadapi
Kalau boleh ku ingin berlari
Berlari dari sistem sialan dan gadis gadis jalang
Aku ingin merantau ke Ursa Mayor
mencari cari energon untuk dipanen dan kunikmati
Biarlah orang di bimasakti mati. Aku sudah tak peduli

Rabu, 15 Agustus 2012

A Twist In My Story

Slow down, the world isn't watching us break down
It's safe to say we are alone now, we're alone now
Not a whisper, the only noise is the receiver
I'm counting the seconds until you break the silence
So please just break the silence

The whispers turn to shouting
The shouting turns to tears
Your tears turn into laughter
And it takes away our fears

So you see, this world doesn't matter to me
I'll give up all I had just to breathe
The same air as you till the day that I die
I can't take my eyes off of you

And I'm longing, for words to describe how I'm feeling
I'm feeling inspired
My world just flip turned upside down
It turns around, say what's that sound
It's my heart beat, it's getting much louder
My heart beat, is stronger than ever
I'm feeling so alive, I'm feeling so alive

My whispers turn to shouting
The shouting turns to tears
Your tears turn into laughter
And it takes away our fears

So you see, this world doesn't matter to me
I'll give up all I had just to breathe
The same air as you till the day that I die
I can't take my eyes off of you

I'm finally waking up, a twist in my story
It's time I open up, and let your love right through me
I'm finally waking up, a twist in my story
It's time I open up, and let your love right through me
That's what you get
When you see your life in someone else's eyes
That's what you get, that's what you get

So you see, this world doesn't matter to me
I'll give up all I had just to breathe
The same air as you till the day that I die
I can't take my eyes off of you
This world doesn't matter to me
I'll give up all I had just to breathe
The same air as you till the day that I die
I can't take my eyes off of you